Jokowi Telepon Retno Minta Evakuasi WNI di Lebanon
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan kecaman keras atas serangan yang dilakukan oleh Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon. Dalam pernyataannya, Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk membantu memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon. Beliau pun memerintahkan langkah cepat untuk mengevakuasi WNI di negara tersebut demi menjaga keamanan dan kesejahteraan mereka.
“Indonesia mengutuk dengan tegas serangan Israel terhadap Lebanon. Kami mendesak seluruh negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera merespons situasi ini dengan cepat. Tujuannya agar jumlah korban tidak semakin bertambah akibat serangan-serangan yang dilancarkan oleh Israel,” ujar Presiden Jokowi saat memberikan keterangan resmi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Jokowi Telepon Retno Minta Evakuasi WNI di Lebanon
Jokowi menekankan pentingnya peran komunitas internasional dalam merespons situasi yang semakin memanas di kawasan tersebut. Menurutnya, intervensi dan tindakan dari PBB serta negara-negara lain sangat diperlukan untuk mencegah eskalasi konflik yang bisa memakan lebih banyak korban sipil dan memperburuk situasi kemanusiaan di Lebanon. Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap warga sipil yang menjadi korban akibat serangan-serangan tersebut.
Selain mengecam tindakan Israel, Jokowi secara tegas meminta Kementerian Luar Negeri Indonesia untuk segera berkoordinasi dengan otoritas terkait di Lebanon guna mengamankan evakuasi WNI. Instruksi ini langsung disampaikan Jokowi kepada Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang saat ini berada di daerah yang terdampak oleh konflik.
Langkah-langkah Cepat untuk Evakuasi WNI
Menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi, Retno Marsudi segera melakukan langkah-langkah diplomatik untuk mempercepat evakuasi WNI. Melalui koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut, pemerintah berusaha memetakan jalur evakuasi yang paling aman bagi warga Indonesia yang tinggal atau bekerja di Lebanon. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tim evakuasi yang siap bergerak kapan saja jika situasi di lapangan semakin genting.
“Fokus utama kami saat ini adalah melindungi dan mengevakuasi WNI yang berada di Lebanon. Kami bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan evakuasi berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Retno Marsudi dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta.
Lebanon, yang menjadi salah satu titik panas dalam konflik di Timur Tengah, saat ini sedang mengalami ketegangan yang meningkat. Hal ini disebabkan oleh serangan-serangan udara Israel yang ditujukan ke markas Hizbullah di wilayah tersebut. Situasi ini tentu memicu kekhawatiran atas keselamatan warga asing, termasuk WNI, yang berada di negara itu.
Dukungan untuk Perdamaian
Presiden Jokowi juga menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Ia mengingatkan bahwa konflik di Timur Tengah, termasuk di Lebanon, harus diselesaikan melalui jalan diplomasi dan dialog. Jokowi menekankan bahwa kekerasan hanya akan memperpanjang penderitaan warga sipil dan memperburuk situasi kemanusiaan.
“Kita tidak ingin melihat lebih banyak korban jatuh akibat konflik ini. Indonesia akan terus berperan aktif dalam mencari solusi damai, sesuai dengan prinsip-prinsip perdamaian yang diamanatkan dalam Konstitusi kita,” tambah Jokowi.